Siapa berani sombong?
Dapat dipastikan tidak ada yang berani menjawab” Saya di sini yang
sombong!” atau” Iya, ada orang sombong di sini, sayalah orangnya!” Dan
sudah dapat dipastikan tak ada yang berani unjuk tangan dan berkata
dengan lantang” saya yang sombong!”
Mengapa demikian? Karena kesombongan itu seperti, maaf, kentut! Ayo
siapa yang berani unjuk tangan di tempat umum, saat kentut? Sudah dapat
dipastikan tak akan ada, tapi semua pasti mencium baunya, tapi tak ada
yang mengakuinya. Itulah kesombongan! Mari kita lihat berikutnya.
Kamu tidak pernah bisa sombong
Mengapa?
Karena kamu sering kali kalah
Melawan anggota tubuhmu sendiri
Jangankan yang besar-besar
Melawan rasa ngantuk datang, kamu sudah terlena
Bila keinginan buang hadast kecil atau besar
Kamupun kalah, harus dituruti keduanya
Dengan penyakit flu atau saki gigi saja
Kamu sudah terampun-ampun
Teriak-teriak sendirian, jengkel dan sebagainya
Itu belum disiksa di neraka!
Belum lagi bila nafsu datang
Susah payah kamu melawannya
Dan seringkali kamu kalah, hingga setan tertawa
Para Malaikatpun menangis karenanya
Dan Allah SWT “tersenyum” melihat hambaNya
Yang satu ini yaitu kamu
Yang tersesat di jalanNya.
Kamupun kalah dengan anak-anak santri
Dalam pendekatan dirinya kepada Allah SWT
Jangankan dengan para ustadz, ulama atau para kyai
Apa lagi dengan sang sufi sejati
KO kamu.
Ya … dalam segala segi kamu selalu dalam keadaan kalah
kalah dan kalah
Kapan kamu bisa menang?
Jawabnya: Bila kamu bisa melawan dan memerangi hawa nafsumu sendiri
Dan nafsu tersebut dikendalikan olehmu.
Jadi, selama kamu yang dikendalikan oleh hawa nafsumu
Selama itu pula kamu akan kalah
Dan kekalahan melawan hawa nafsu berakibat
Setan makin tambah temannya yaitu kamu
Malaikat menangis
Dan kamupun di akherat nanti termasuk orang-orang yang merugi
Tempatnya adalah di neraka jahanam.
Makanya Nabi bersabda:
Peperangan yang terbesar
Adalah perang melawan hawa nafsumu sendiri
Karena perang melawan nafsu sipatnya abstrak
Musuhnya tidak kelihatan
Jadi, tidak bisa dikalahkan dengan senjata fisik apapun
Pedang, golok, pistol, meriam, bom dan lain sebagainya
Tak berguna untuk melawan hawa nafsu
Yang ada di dalam diri setiap manusia.
Nafsumu dapat dikalahkan
Juga bukan dengan imanmu
Karena imanmu pun bahkan seringkali kalah
Akalmu pun tak dapat melawan nafsumu
Sering kali akal bahkan dipermainkan nafsumu.
Jadi, apa yang dapat melawan hawan nafsumu?
Tiada lain adalah iradah Allah, hidayah Allah
Kehendak Allah, kemauan Allah, rakhmat Allah
Kasih sayang Allah, ridho Allah, petunjuk Allah dan seterusnya
Mengapa semua itu berasal dari Allah?
Ya, karena hawa nafsu diciptakan oleh Allah
Dan Dialah yang dapat melenyapkannya.
Begitulah nafsu yang ada. dalam diri manusia, jadi kalau ada manusia
merasa dirinya paling suci, lantas dengan mudah menyalahkan orang lain,
mudah merendahkan orang, mudah mencaci maki orang lain, bahkan mudah
mengkafirkan saudaranya sesama muslim, lalu dimana rasa rendah hatinya?
Bukankah itu yang namanya sombong? Tapi tak mau mangakuinya.
Bukankah ciri sombong itu ada dua: Pertama, tidak mau menerima
kebenaran. Kedua, merendahkan orang lain, atau merasa lebih baik, lebih
hebat, lebih beriman, lebih sholeh, lebih berilmu, dan lebih-lebih
lainnya dari orang lain. Bahkan yang lebih berbahaya, tapi dirinya tak
tahu itu bahaya adalah merasa diri paling suci! Ini lebih berbahaya dari
“mbahnya bahaya” yaitu kesombongan.
Mengapa? Gara-gara sombonglah iblis di usir dari syurga, karena
merasa dirinya lebih baik ketimbang Nabi Adam AS, karena Iblis
diciptakan dari api dan Adam dari tanah. Iblis merasa api itu lebih baik
dari tanah. Iblis lupa bahwa Api, Tanah, Udara, dan Air adalah 4 unsur
kehidupan yang saling mendukung, bukan saling meniadakan. Atau salah
satu dari 4 unsur merasa lebih baik dari yang lainnya. Itulah
kesombongan.
Padahal bila salah satu dari 4 unsur tersebut tak ada pada diri
manusia, manusia tak bisa hidup, jalan dengan cepat menuju ke kuburan
atau sang Malaikat Maut langsung menjeput, mati! Jadi siapa yang berani
unjuk tangan, saya duluan? Rasanya tak ada yang akan unjuk tangan,
walaupun mungkin sudah tua renta. Karena kematian adalah sesuatu yang
nyata dan pasti, tapi yang paling ditakuti manusia kedatangannya. Dan
kematian adalah pembunuh paling ampuh untuk kesombongan dalam bentuk
apapun.
Orang sombong karena pangkat, jabatan, kekayaan, keturunan,
kecantikan bagi wanita atau kegantengan bagi lelaki, semua itu akan
lenyap oleh kematian! Maka mengingat kematian adalah senjata yang paling
ampuh untuk melawan kesombongan.
Jadi bila ada orang yang masih sombong, orang tersebut jelas lupa
pada kematian alias tidak ingat akan mati! Orang sombong biasanya juga
lupa, awal kehidupannya yang hanya dari “setetes air hina” dan akhir
jasadnya hanya menjadi bangkai dan santapan cacing-cacing tanah. Masih
mau sombong atau masih berani sombong? Silahkan tanggung sendiri
akibatnya di akherat kelak.
Taken from : eramuslim.com